‘Temu Ilmiah’ – Diskusikan Pembinaan Minat Baca di Sekolah

Rendahnya minat baca anak Indonesia sudah menjadi polemik yang belum juga terselesaikan. Hasil PISA (Program for International Student Assessment) yang dilaksanakan pada tahun 2015 menunjukkan, bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lainnya, khususnya Singapura yang  memperoleh peringkat pertama untuk materi sains, membaca, dan matematika. Oleh sebab itu, pembinaan minat baca menjadi hal penting dilaksanakan.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang merupakan pemegang tonggak perkembangan bangsa diharapkan mampu memberikan binaan kepada siswa untuk meningkatkan minat baca. Dalam Islam, membaca menjadi perintah pertama yang disampaikan kepada nabi Muhammad dan penting untuk perlu dilaksanakan. Sebagaimana yang telah diperintahkan dalam Al-Quran Q.S. Al’Alaq 96:1-5.

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Dalam temu ilmiah antar dosen fakultas Tarbiyah pada hari ini (12 September 2017), Zumrotus Sa’diyah, M.Pd.I mengemukakan beberapa ide untuk program pembinaan minat membaca pada siswa MI. Program pembinaan tersebut dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru, pustakawan, pengawas MI, siswa, dan tenaga tata usaha.

Kepala sekolah misalnya dapat menyusun program pengembangan kegemaran membaca di sekolah, menetapkan jam wajib baca bagi siswa (literasi), merencanakan dan melaksanakan berbagai macam lomba membaca, dan merencanakan dan melaksanakan jam wajib kunjung perpustakaan.

Guru dapat mengadakan kegiatan yang menarik siswa untuk membaca. Mengajak siswa mengunjungi perpustakaan, menugaskan siswa membuat kliping, menugaskan siswa membaca buku cerita, dan berbagai macam kegiatan yang memicu minat baca siswa.

Pustakawan dapat melakukan kegiatan yang memicu minat baca siswa. Kegiatan tersebut dapat berupa pengadaan buku dan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan melakukan pengenalan perpustakaan pada siswa.

Pengawas dan pengurus tata usaha pun dapat mendukung program peningkatan minat baca. Dukungan tersebut dapat berupa mengadakan pemantauan pelaksanaan program minat bacaa yang ada di sekolah dan memantau kebijakan kepala sekolah dan pustakawan dalam mengelola perpustakaan.

Rekomendasi yang disampaikan dalam temu ilmiah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan kemampuan dan minat baca siswanya. Dengan demikian, diharapkan terbentuklah kepribadian generasi penerus yang memiliki kemampuan baca baik. (Giati/Fikri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *