RIKA ROYKHANATUL AZIZAH DILANTIK SEBAGAI DEWAN WILAYAH IV IKMAPISI

Sabtu (24/02/2018) – di Hall Oesman Mansur Universitas Islam Malang, Ikatan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (IKMAPISI) ‘gelar’ pelantikan musyawarah DPW IV IKMAPISI dan Seminar Nasional bertajuk Belajar Asyik dan Menyenangkan dengan Metode BCM. Seminar tersebut dihadiri oleh Dr. Martina Sylviarini Surya Widarti sebagai pembicara kunci. Acara ini dihadiri kurang lebih 150 peserta dari perguruan tinggi di wilayah IV. 

Dua acara dalam satu kegiatan, yakni pelantikan pengurus DPW IV IKMAPISI yang salah satunya merupakan mahasiswa dari IAI Sunan Giri Bojonegoro. Mahasiswa itu adalah Rika Roykhanatul Azizah sebagai Dewan Pimpinan Wilayah IV IKMAPISI yang mencakup universitas di seluruh daerah JawaTimur, Bali, NTT, NTB yang dilantik langsung oleh ketua IKMAPISI pusat, ditandai dengan membaca sumpah pengurus sebagai landasan bekerja dan memajukan IKMAPISI.

Selain acara pelantikan dan Musyawarah DPW IV IKMAPISI, acara yang tidak kalah menarik perhatian peserta yaitu acara Seminar Nasional dengan tema “Belajar Asyik dan Menyenangkan dengan metode BCM.” Dr. Martina Sylviarini Surya Widarti mengungkapkan secara sederhana, “dalam penyampa ian materi haruslah menarik dan menyenangkan seperti menggunakan metode BCM yaitu Bermain, Cerita, dan Bernyanyi. Pertama, bermain dilakukan atas inisiatif anak, keputusan anak, dengan dukungan guru, mampu berfikir simbolik atau ide abstrak, memahami arti suara komprehensif, analisa sebab-akibat, dan dipengaruhi serta mempengaruhi. Kedua yaitu cerita yang kuncinya SMILE, S artinya suara yang enak, M artinya media bercerita, I artinya isi cerita, L artinya Language (gerakan), dan E artinya Empati. Ketiga yaitu bernyanyi, bagian yang tidak terpisahkan dari dunia anak karena lagu pada dasarnya adalah bentuk dari Bahasa nada.

Setelah kegiatan pelantikan dan seminar diadakan kegiatan Musyawarah Wilayah DPW IV IKMAPISI. Semoga dengan terselenggaranya acara ini mampu memberikan kontribusi positif untuk kemajuan Pendidikan terkhusus pada Pendidikan Anak Usia Dini. By: Diyah Ayu Fitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *