Semarak Hardiknas Fakultas Tarbiyah 2021

Fakultas Tarbiyah Unu Sunan Giri Bojonegoro gelar Webinar Nasional, diselenggarakan di Kampus Unu Sunan Giri bertajuk, ” Generasi Cerdas Berkompetensi Global menghadapi Era Society 5.0″. Sabtu, (29/5/2021).

Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Dekan Fakultas Tarbiyah. “Semoga Webinar ini menjadi bekal bagi kita dalam menghadapi era society 5.0, karena di setiap era mengandung kegalauan dan kegelisahan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah UNU Sunan Giri dalam sambutannya.

Webinar ini dijadwalkan akan dihadiri oleh dua Narasumber hebat, yakni Menteri Pendidikan RI tahun 2009-2014, Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh, DEA. dan Ibu Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Anna Mu’awanah. Namun, dikarenakan ibu bupati berhalangan hadir, maka beliau diwakilkan oleh Bapak Dr. H. Ridwan Hambali, Lc. MA, selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Webinar ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas Fakultas Tarbiyah tahun 2021 yang diselenggarakan mulai tanggal 2 Mei sampai 29 Mei 2021. Adapun Prodi PAI menyelenggarakan Podcast Ramadhan dan Video Competition. Kemudian, Prodi PIAUD menyelenggarakan lomba video Mahasiswa tingkat Nasional, lomba Da’i cilik, dan Webinar. Lalu, Prodi PGMI menyelenggarakan lomba Microteaching tingkat mahasiswa dan lomba Tahfidz juz 30. Pada puncak acara ini juga terdapat pengumuman pemenang dan pembagian hadiah pada pemenang terpilih.

Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh, DEA. menyatakan bahwa pendidikan itu bersifat irreversible (tidak bisa diulang) sehingga sebelum proses pendidikan itu dilakukan, perlu disiapkan materi dan strategi pembelajaran yg tepat. Selain itu, perlu adanya kebijakan yg bisa mengakomodir peserta didik yg mengalami kesulitan dalam mengakses sumber belajar. Guru dan dosen harus terus belajar, karena ilmu dan model pembelajaran selalu berkembang. Ilmu dan model pembelajaran di masa dahulu tidak akan relevan jika diterapkan apa adanya di masa sekarang. Maka dari itu, sebagai seorang pendidik, seyogyanya mampu membaca perubahan era yg akan dan sedang dihadapi. Hal ini penting agar pendidik benar-benar mengerti apa yg harus dipersiapkan.

Hal tersebut juga dikuatkan oleh narasumber kedua, bahwa persiapan pendidikan mutlak diperlukan, salah satunya adalah dengan penguatan pendekatan emosional. “Kita sebagai tenaga pendidik harus faham bagaimana memperlakukan peserta didik agar mereka nyaman dalam proses belajar. Pendekatan emosional harus dibangun antara guru dengan peserta didik,” tegas Bapak Dr. H. Ridwan Hambali, Lc. MA. [Ila]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *