Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Bojonegoro Selenggarakan PPL di 23 Sekolah.

Bojonegoro, Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Bojonegoro selenggarakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di dua puluh tiga sekolah se-Bojonegoro Tuban. PPL ini diselenggarakan dari tanggal 2 Agustus 2021 hingga 31 Agustus 2021. Sebanyak 314 mahasiswa dari prodi PAI, PGMI, dan PIAUD mengikuti PPL dengan antusias.

Terdapat 23 kelompok yang diterjunkan pada 23 lokasi sekolah sesuai zonasi tempat tinggal mereka masing-masing. Pembagian zonasi ini dikarenakan masih adanya pandemi Covid-19 yang mengaruskan adanya pematuhan terhadap prokes Covid-19. Adapun sekolah mitra yang ditempati PPL adalah MAN 1 Bojonegoro, MA Abudzarrin, MINU ICP Sukorejo, MIN 1 Bojonegoro, RA Islam An-Nur, PAUD Nurul Ulum, dan lain-lain.

Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa semester enam yang sudah memenuhi persyaratan. Adapun persyaratan tersebut adalah telah mengikuti mata kuliah kependidikan, telah lulus microteaching, dan telah menyelesaikan perkuliahan semester enam serta aktif dalam perkuliahan. Bagi mahasiswa yang tidak serius dalam menjalankan PPL akan mendapat sanksi bertahap, mulai dari teguran secara lisan dan tertulis, sampai gugurnya hak sebagai peserta PPL.

PPL merupakan implementasi dari ilmu yang sudah didapatkan mahasiswa dibangku perkuliahan. Selama di bangku perkuliahan, mahasiswa belajar teori tentang seluk beluk pembelajaran, maka ketika PPL mereka belajar untuk menerapkan teori tersebut dalam kehidupan nyata.

Selain praktik pembelajaran secara kontekstual dan faktual sebagaimana disebutkan dia atas, PPL juga merupakan salah satu dari program Tri Dharma kampus, yaitu pengabdian. Melalui pengabdian di sekolah ini, diharapkan terjadi simbiosis mutualisme antara pihak kampus dan sekolah mitra. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah, “PPL menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Bojonegoro. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi simbiosis mutualisme antara Fakultas Tarbiyah UNUGIRI Bojonegoro dengan sekolah mitra. Hal ini disebabkan sinergitas saat PPL dapat menjadi sarana pembelajaran dan proses take and give ilmu pengetahuan antar dua belah pihak.” tutur Giati Anisah, M.Pd. [ila]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *